Ini adalah Pemilik Blog

Blog ini dibuat untuk Pendidikan.

AYO SEGERA KUNJUNGI DAN INSTALL APLIKASI MERDEKA MENGAJAR

Pastikan Login Dengan Menggunakan Akun Pembelajaran belajar.id.

My Family

My Little Family.

Honai

Honai adalah merupakan rumah adat Papua.

Senin, 13 Desember 2021

MATERI MODUL 1.1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

Sumber gambar : id.pinterest.com

Asas Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi menurut KHD (2009),  “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”.

Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.

 

Dasar-Dasar Pendidikan

Ki Hadjar menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: "menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat  menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan  tumbuhnya kekuatan kodrat anak”

Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh pak tani atau pak tukang kebun di lahan yang telah disediakan. Anak-anak itu bagaikan bulir-bulir jagung yang ditanam. Bila biji jagung ditempatkan di tanah yang subur dengan mendapatkan sinar matahari dan pengairan yang baik maka meskipun biji jagung adalah bibit jagung yang kurang baik (kurang berkualitas) dapat tumbuh dengan baik karena perhatian dan perawatan dari pak tani.  Demikian sebaliknya, meskipun biji jagung itu disemai adalah bibit berkualitas baik namun tumbuh di lahan yang gersang dan tidak mendapatkan pengairan dan cahaya matahari serta ‘tangan dingin’ pak tani, maka biji jagung itu mungkin tumbuh namun tidak akan optimal.

Dalam proses ‘menuntun’ anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.

KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka namun tetap waspada terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, “waspadalah, carilah barang-barang yang bermanfaat untuk kita, yang dapat menambah kekayaan kita dalam hal kultur lahir atau batin. Jangan hanya meniru. Hendaknya barang baru tersebut dilaraskan lebih dahulu”. KHD menggunakan ‘barang-barang’ sebagai simbol dari tersedianya hal-hal yang dapat kita tiru, namun selalu menjadi pertimbangan bahwa Indonesia juga memiliki potensi-potensi kultural yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

Kodrat Alam dan Kodrat Zaman

KHD menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama”

KHD mengelaborasi Pendidikan terkait kodrat alam dan kodrat zaman sebagai berikut

“Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman. Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal. 21)

KHD hendak mengingatkan pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya melihat kodrat diri anak dengan selalu berhubungan dengan kodrat zaman. Bila melihat dari kodrat zaman saat ini, pendidikan global menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki Keterampilan Abad 21 dengan melihat kodrat anak Indonesia sesungguhnya. KHD mengingatkan juga bahwa pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal budaya Indonesia. Oleh sebab itu, isi dan irama yang dimaksudkan oleh KHD adalah muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. KHD menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri.

Budi Pekerti

Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). Sedih merupakan perpaduan harmonis antara cipta dan karsa demikian pula Bahagia.

Lebih lanjut KHD menjelaskan, keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individual). Keluarga juga menjadi ruang untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat dibanding dengan pusat pendidikan lainnya.

Alam keluarga menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan teladan, tuntunan, pengajaran dari orang tua. Keluarga juga dapat menjadi tempat untuk berinteraksi sosial antara kakak dan adik sehingga kemandirian dapat tercipta karena anak-anak saling belajar antar satu dengan yang lain dalam menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, Peran orang tua sebagai guru, penuntun dan pemberi teladan menjadi sangat penting dalam pertumbuhan karakter baik anak.

Dasar-Dasar Pendidikan

Selanjutnya, untuk lebih memperdalam pemahaman Bapak/Ibu CGP mengenai Filosopi Pendidikan Indonesia KHD, Bapak/Ibu CGP diminta untuk mencermati bahan bacaan berikut.

 

Metode Montesori, Frobel dan Taman Anak

Selanjutnya, untuk lebih memperdalam pemahaman Bapak/Ibu CGP mengenai Filosopi Pendidikan Indonesia KHD, Bapak/Ibu CGP diminta untuk mencermati bahan bacaan berikut.

 

Materi ini diambil dari Modul Pendidikan Guru Penggerak

Sabtu, 20 November 2021

LOKAKARYA 1 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK ANGKATAN 4 KABUPATEN JAYAWIJAYA

Pada Hari ini Tanggal 20 November 2021, pukul 07.30-16.00 WIT, para CGP Kabupaten Jayawijaya Angkatan 4 mengikuti Kegiatan Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak. 
Pada acara kali ini dihadiri oleh Bapak Wandi dan dari P4TK Bahasa, serta Bapak Kepala SMA N 1 Wamena, Bapak Yosep Wibisono, S.Pd, M.Pd yang membuka kegiatan Lokakarya 1 ini. 


Pada Kesempatan pertama para CGP melakukan kesepakatan kelas, kemudian kami berkenalan dan menyebutkan hal positif yang ada pada diri CGP masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan pelajaran Kompetensi sebagai guru penggerak. 

Apa saja kompetensi sebagai guru penggerak itu : 
1. Mengembangkan Diri dan Orang Lain 
2.Memimpin Pembelajaran 
3. Memimpin Manajemen Sekolah 
4. Memimpin Pengembangan Sekolah 

Kemudian kami menuliskan tentang 
1. Kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang guru penggerak 
2. kemampuan yang dimiliki dalam menjalankan peran sebagai guru. 



Kami menuliskan dikertas, kemudian masing-masing peserta menempelkan dipapan tulis dan kami baca secara bersama-sama, ternyata banyakj hal persamaan yang para peserta tulis dalam kertas tersebut. 

Selanjutnya kami melakukan diskusi kelompok mengenai Kompetensi Guru Penggerak. Berhubung kami dari Jayawijaya hanya 5 CGP maka ada 2 kelompok diskusi.



Adapun hal yang kami diskusikan adalah
1. Kompetensi Guru Pengegrak apa saja yang termasuk dalam kategori yang anda miliki ? 
2. Mengapa menurut Anda kompetensi itu penting terhadap guru penggerak ? 
3. Apa contoh perilaku ataupun penerapan kompetensi itu pada peran anda sebagai guru ? 

Kemudian kami menuliskan dalam selembar kertas dan dipresentasikan oleh masing-masing kelompok. 

Diakhir kegiatan kami juga mengerjakan modul tentang rencana pengembangan Kompetensi yang ingin CGP kembangkan selama 3 bulan ke depan. 
Ada pertanyaan tentang kompetensi apa yang ingin dikembangkan, apa rencana CGP untuk mencapai kompetensi tersebut, apa ukuran keberhasilan rencana pengebangan tersebut, bagaimana cara CGP mengatasi factor penghambat atau gangguan untuk mencapai kompetensi tersebut. 
Pada kali ini saya mengambil tentang Kompetensi yang pertama yaitu Mengembangkan diri dan orang lain. 
Kemudian kegiatan ditutup dengan pengisian kuisioner. 

Demikian kegiatan Lokakarya 1 yang saya ikuti pada hari ini, semoga para CGP bisa menyelesaikan semua tugas dan bisa mendapatkan nilai yang bagus dan baik, sehingga para CGP Angkatan Jayawijaya bisa lulus semua. 
Mari kita sebagai guru wujudkan Merdeka Belajar dan Profil Pelajar Pancasila.

Senin, 15 November 2021

ALUR PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK


Pada Pendidikan Calon Guru Penggerak alur yang digunakan yaitu alur MERRDEKA, pada setiap modul yang dipelajari pada LMS (Learning Manajement System). Adapun rincian alur merdeka adalah sebagai berikut :

Pembelajaran 1: Mulai dari Diri

Pembelajaran 2: Eksplorasi Konsep

Pembelajaran 3: Ruang Kolaborasi

Pembelajaran 4: Refleksi Terbimbing

Pembelajaran 5: Demonstrasi Kontekstual

Pembelajaran 6: Elaborasi Pemahaman

Pembelajaran 7: Koneksi Antarmateri

Pembelajaran 8: Aksi Nyata

Penutup

Pada LMS ada 3 Modul yang harus dipelajari oleh Calon Peserta Guru Penggerak yaitu modul 1.1, Modul 1.2 dan Modul 1.3.

Selain mempelajari modul, mengerjakan tugas, pembelajaran tatap maya (Video Conference dengan menggunakan Google Meet) ada juga tugas yang lain yaitu membuat Jurnal Mingguan. Pada Jurnal Mingguan ada model-model jurnal yang bisa kita pilih. Berikut adalah contoh dari Model Jurnal tersebut. Model ini sebagai contoh dan ada pada LMS Calon Pendidikan Guru Penggerak.

Kamis, 11 November 2021

TUGAS PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2021

Pada video kali ini saya menceritakan tentang salah satu Kegiatan Pembelajaran di kelas dengan memanfaatkan Portal Rumah Belajar, adapun fitur yang saya gunakan adalah Sumber Belajar yang berupa Video Pembelajaran. Selain sumber Belajar, saya juga menggunakan sumber belajar. 1.0, untuk materi yang di print out kemudian diberikan kepada siswa.

Pada Video tugas ini saya menggunakan Model Pembelajaran Flipped Classroom yang disesuaikan dengan Kondisi dan sarana dan prasarana yang ada disekolah. Pada opening saya menggunakan video Kota Wamena yang saya ambil dari https://www.youtube.com/watch?v=SUoGPqi_4S0

Berikut adalah Video Tugas Saya :

Demikian Video tugas PembaTIK Level 4 ini, mohon maaf apabila banyak kesalahan.

Selasa, 09 November 2021

SOSIALISASI PORTAL RUMAH BELAJAR DI SMP YPPGI WAMENA

 


Pada hari ini tanggal 9 November 2021, kami para SRB Kabupaten Jayawijaya melakukan giat kami yaitu melakukan sosialisasi portal rumah belajar yang dilaksanakan di SP YPPGI Wamena, Kegiatan tersebut dllaksanakan sepulang dari sekolah, yaitu jam 10.00 WIT. Pada kesempatan ini turut mengundang Ibu Erlin, M.Pd, DRB Papua 2020. Pada kesempatan ini Ibu Erlin menyampaikan bahwa guru harus mencoba mengupgrade kemampuan di bidang TIK, dan ibu Erlin juga mengajak rekan-rekan guru yang ada di SMP YPPGI Wamena untuk tahun depan bisa mengikuti PembaTIK yang diselenggarakan oleh PUSDATIN.

Dan diakhr acara kami mengadakan kuis untuk memeriahkan acara hari ini, dengan hadiah pulsa, walaupun ngga terlalu besar hadiahnya.

Terima kasih banyak kami sampaikan kepada guru-guru SMP YPPGI Wamena, telah meluangkan waktu, di sela-sela kesibukannya untuk mengajar.

Demikian sekilas acara sosialisasi kami hari ini. Mari kita semua guru-guru hebat yang ada di Nusantara kita mengupgrade diri kita dengan mengikuti PembaTIK yang diselenggarakan oleh PUSDATIN tiap tahunnya.

Berikut adalah dokumentasi kegiatan kami hari ini :












Senin, 08 November 2021

SOSIALISASI PORTAL RUMAH BELAJAR SECARA LURING

Pada Hari Sabtu tanggal 6 November 2021, pada pukul  08.30 WIT, Kami Para SRB yang berasal dari Kabupaten Jayawijaya melaksanakan Sosialisasi Rumah Belajar secara luring bertepat di SD Yapis Wamena. Pada sosialisasi kali ini turut mengundang Ibu Monika Wally, M.Pd (pengawas sekolah) Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, serta Ibu Restyn Yusuf, S.Pd.Gr. (Duta Rumah Belajar Papua 2019).

Pada kesempatan tersebut baik Ibu Monika Wally, M.Pd, dan Ibu Restyn Yusuf, S.Pd.Gr. menghimbau kepada guru yang ada di Kabupaten Jayawijaya untuk terus belajar dan mengupgrade diri terkait Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tidak mengenal itu guru senior ataupun yunior.

Pada Sosialisasi di SD Yapis, adapun susunan acaranya :

1. Pembukaan oleh Ibu Monika Wally, S.Pd. M.Pd.

2. Penguatan dan pesan dari Ibu DRB Papua Ibu Restyn Yusuf, S.Pd.Gr

3. Materi Gambaran Umum Portal Rumah Belajar oleh Aini Mubaroch

4. Materi Sumber Belajar oleh Bapak Marden Saragih, S.Pd.

5. Materi Video pembelajaran menggunakan Kinemaster oleh Ibu Marwati Sanusi,S.Pd.Gr.

6. Materi MPI oleh Ibu Agusianti Simanjuntak, S.Pd.

Kemudian diakhir acara Ibu Monika Wally,M.Pd. memberikan tugas kepada semua guru SD yang ada di KKG Rayon SD Yapis untuk masing-masing guru membuat sebuah video pembelajaran dan akan dikumpulkan 3 bulan dari kegiatan tersebut dilaksanakan.

Berikut adalah dokumentasi ketika sosialisasi di SD Yapis Wamena








COUCHING KEEMPAT PEMBATIK LEVEL 4

 

Hallo sahabat rumah belajar, pada kesempatan ini saya akan bercerita pengalaman saya ketika mengikuti couching 3 yang diselenggarakan pada hari Minggu, tanggal 7 November 2021 pukul 15.00 WIT sampai selesai. Pada kesempatan couching ini para SRB dengan sukarela menunjukkan blog dan direviuw oleh paa couch serta dikasih masukan serta saran.

Adapun SRB yang pertama direviuw yaitu SRB dari Merauke Bapak Ary Armasyah, S.Pd, Kemudian Bapak Umar SRB dari merauke juga. Blog para SRB sangat keren semua, namun hal ini akan menambah wawasan dan ide saya dalam membenahi blog yang sudah saya punyai.

Dan pada couching kali ini, karena terkendala jaringan yang kurang bagus, makanya hanya keluar masuk room, namun hal ini tidak mematahkan semangat saya untuk mengikuti couching keempat.

Berikut adalah dokumentasi pada couching keempat :







 



COUCHING KETIGA PEMBATIK LEVEL 4 PAPUA TAHUN 2021

 

Hallo sahabat rumah belajar, pada kesempatan ini saya akan bercerita pengalaman saya ketika mengikuti couching 3 yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 6 November 2021 pukul 15.00 WIT sampai selesai. Pada kesempatan couching ini kita diminta untuk mengisi link monitoring tugas pembantik. Didalam sheet tersebut disuruh mengisikan terkait tugas yaitu VLOG, BLOG dan Tatap Maya, termasuk mengisikan nama blog kita. Berikut adalah link tugas.

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1cFsE7gJbOOb4VX3LO28SlaeXTf3_G3TqWQlACoSHvBU/edit?usp=sharing

Pada kesepatan couching yang ketiga ini para peserta ada yang direview, yanti VLOG dan BLOG nya SRB dari Merauke yaitu Bapak Khoirul Anam. Setelah ada sharing dari Pak Khoirul Anam, menambah gambaran saya tentang tugas yang harus diselesaikan.Karena kondisi tempat tugas Pak Khoirul Anam, dengan kami di Jayawijaya hampir sama.Berikut adalah link blog Pak Khoirul Anam, https://khoirulanamtutorial.blogspot.com/

Pada couching ketiga ini dihadari oleh para DRB Papua 2018 Ibu Minarti Ahmad, S.Pd, DRB Papua 2019 Restyn Yusuf, S.Pd.Gr., DRB Papua 2020 Erlin, M.Pd dan Stenley Sengkey, S.Pd. Sedangkan dari Pihak Pusdatin yaitu Ibu Afidah Nurindrawati, M.Pd, Bapak Saleh Sarifudin, S.Kom, Bapak Muhamad Totok Prabowo, S.Kom, serta para SRB Papua 2021.




Demikian sekilas kegiatan couching keempat pembatik level 4 tahun 2021 ini, semoga saya bisa meningkatkan kemampuan TIK dalam diklat kali ini,

Mari Bapak/Ibu guru senusantara jangan lupa ikuti diklat PembaTIK ini dengan cara mendaftar dilaman https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/


Jumat, 05 November 2021

SRB ROAD TO SCHOOL SMA PGRI WAMENA

 


Pada Hari Jumat, tanggal 5 Noveber 2021, Pukul 09.00- 11.30 WIT kami para SRB Kabupaten Jayawijaya melalukan sosialisasi pertama bertempat di SMA PGRI Wamena.

Adapun Rangkaian Acara tersebut yaitu :

1. Pembukaan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya yaitu Bapak Bambang Budiaandoyo, S.P.d., M.Pd. dala sambutannya beliau mengatakan bahwa guru itu adalah pembelajar sepanjang hayat, maka guru harus tetap mengugrade ilmu yang dimiliki terutama kemampua TIK yang dimiliki oleh para guru.

2. Sambutan yang kedua disampaikan oleh Kepala SMA PGRI Wamena yaitu Bapak MAx, beliau juga sangat senang dan tertarik ketika ada sosialisasi semacam, karena akan menambah wawasan para guru.

3. Sambutan yang ketika di sampaikan oleh Bapak Duta Rumah Belajar Propinsi Papua, Bapak Stenley Sengkey, S.Pd. via Google Meet, beliau mengajak para guru hebat yang ada di Jayawijaya untuk mengikuti program PembaTIK di Tahun 2021, dan beliau menyampaikan bahwa Jayawijaya ada sekitar 7 orang yang lulus level 3, namun ada 2 orang yang mengundurkan diri untuk mengikuti Level 4.

4. Acara berikutnya yaitu rangkaian Sosialisasi dan Praktek Baik tentang TIK. Dalam Sosialisasi ini materi yang dibawakan diantaranya, Gambaran Umum Portal Rumah Belajar , Sumber Belajar yang cocok digunakan di Wamena, Membuat Materi ajar yang Multi Media Interaktif serta ditutup dengan materi Video Pembelajaran dengan menggunakan Kinemaster

5. Penutup.

Dan Alhamdulilah Sosialisasi Pertama kami diberi kelancaran tanpa hambatan suatu apapun, dan jaringan internet ketika Pak Stenley Sengkey, S.Pd. memberikan sambutan dengan Google Meet juga berjalan lancar tanpa terputus.

Demikian sosialisasi pertama kami, semoga disosialisasi kedua bisa berjalan jalan juga.

Berikut adalah Dokumentasi dalam Sosialisasi


Acara Pembukaan



Sesi Foto bersama di akhir acara










Rabu, 03 November 2021

GIAT PERDANA SOSIALISASI PORTAL RUMAH BELAJAR

 


Pada hari ini tanggal 3 November 2021, Kami para SRB (Sahabar Rumah Belajar) tahun 2021 yang berasal dari Kabupaten Jayawijaya melapor ke dinas bahwa kami akan melaksanakan Sosialisasi Portal Rumah Belajar di Lembah Baliem atau Kabupaten Jayawijaya.


Setiba di Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya kami disambut baik oleh Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan Jayawijaya yaitu Bapak Bambang Budiandoyo, S.Pd.,M.Pd. Dalam kesempatan tersebut kami menyampaikan hal-hal teknis yang akan kami lakukan dalam Sosialisasi Portal Rumah Belajar di Kabupaten Jayawijaya serta meminta ijin terkait sosialisasi yang akan kami lakukan.

Pada kesempatan ini pula kami meminta Ijin kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya untuk membuka kegiatan perdana tersebut yang rencananya akan dilaksanakan pada Hari Jumat Tanggal 5 November 2021 pada pukul 09.00 WIT- selesai bertempat di SMA PGRI Wamena, sesuai dengan Rencana Tindak Lanjut yang sudah kami rancang.

Demikian kegiatan kami hari ini, semoga kegiatan yang telah kami rencanakan bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Dan kami juga berharap semoga ke depan banyak guru-guru yang ada di Kab. Jayawijaya untuk mengikuti program PembaTIK yang diselenggarakan oleh PUSDATIN (Pusat Data dan Teknologi Informasi dan Komunikasi), sehingga pembelajaran yang akan dilakukan oleh para guru dilembah baliem semakin kreatif dan inovatif, sesuai dengan perkebangan zaman terkini dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.

Berikut adalah dokumentasi ketika di Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya :







Minggu, 31 Oktober 2021

COUCHING KE DUA PEMBATIK LEVEL 4 PROVINSI PAPUA

 



Pada hari ini tanggal 31 Oktober 2021, diadakan Coaching yang kedua pada Jam 15.00 – 19 WIT. Pada Coaching kedua materi tentang Rencana Tindak lanjut yang akan dilakukan oleh para SRB. Diantaranya VLOG yang mengintegrasikan praktik baik tentang pembelajaran dayng dilakukan disekolah masing-masing tentunya dengan menggunakan Portal Rumah Belajar, pembelajaran bisa dilakukan dengan Online ataupun Offline, hal ini disesuaikan dengan kondisi yang ada disekolah para SRB masing-masing.



Rundown acara kegiatan pada coching ke dua


Pada coaching kedua ini, para DRB Papua juga memberikan gambaran tentang VLOG yang akan dibuat oleh para SRB. Baik itu Best practice yang telah dilakukan oleh para DRB dan pengalaman yang sudah para DRB lakukan selama ini. Dengan adanya gambaran yang sudah diberikan oleh para DRB (Duta Rumah Belajar) Papua dan dari pihak Pusdatin terutama Pak Saleh dan ibu Afidah lebih memperjelas apa yang harus kami lakukan dalam mengerjakan tugas di Pembatik Level 4 ini.

Adapun Rencana Tindak lanjut yang sudah saya buat, adalah sebagai berikut :



Semoga dengan adanya RTL ini kegiatan berbagi dan berkolaborasi menjadi lebih terarah dan berjalan dengan baik.

Meskipun ketika mengikuti coaching yang kedua ini jaringan internet didaerah saya kurang stabil, tapi saya tetap bersemangat untuk mengikutinya. Karena hal ini merupakan tantangan bagi kami ketika mengikuti pelatihan secara daring.

Mari bapak/Ibu Guru hebat kita tetap bersemangat dalam menambah wawasan walaupun dengan segala keterbatasan yang ada, baik itu SDM ataupun sarana dan prasarana yang kita miliki.

Jangan lupa kunjungi Portal Rumah Belajar di link https://belajar.kemdikbud.go.id/  untuk mendapatkan materi yang sesuai dengan abad 21. Dan sesuai kurikulum 2013.

Serta untuk para Bapak/Ibu guru untuk mengunjungi simpatik untuk mendapatkan pelatihan yang diselenggararakan oleh PUSDATIN untuk menambah wawasan kita

Salam Rumah Belajar

Belajar Diman Saja kapan Saja Dengan Siapa Saja.

COACHING 1 PEMBATIK LEVEL 4 PROVINSI PAPUA



Flyer Pembatik Papua Level 4 Design by Stenley Sengkey DRB Papua 2020



PembaTIK yaitu pembelajaran berbasis TIK adalah sebuah pelatihan yang diselenggarakan oleh PUSDATIN (Pusat Data Teknologi Informasi dan Komunikasi) setiap tahun, dimana didalam Pembatik ada 4 Level. 
Yaitu Level 1 Literasi, Level 2 Implementasi 3 Kreasi dan Level 4 Berbagi dan Berkolaborasi. Pelatihan ini bisa diikuti oleh seluruh guru yang ada diseluruh Nusantara dengan mengakses alamat di https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/

Adapun nama-nama peserta yang mengikuti level 4 ini adalah sebagai berikut ; 


Pada hari ini Sabtu tgl 30 Oktober 2021, seluruh peserta pembatik level 4 diadakan coching 1 , dengan menggunakan Google meet, kegiatan ini dilakukan mulai pukul 15.00 WIT – 19 WIT. Adapun agenda pada coaching perdana yaitu perkenalan antara Pemateri dari Pusdatin yaitu Bapak Saleh Sarifudin, S.Kom, Ibu Afidah Indranurwati, M.Pd., Bapak Muhamad Totok Prabowo, S.Kom, Bapak Wibowo Mukti, S.Kom, M.Si, serta para DRB Papua yaitu Ibu Minarti, S.Pd. (DRB Papua 2018), Ibu Restyn Yusuf, S.Pd.Gr (DRB Papua 2019), Ibu Erlin, M.Pd (DRB Papua 2020d) an Pak Stenley Sengkey (DRB Papua 2020). 
Bapak Saleh Sarifudin, S.Kom



Bapak Muh. Totok Prabowo, S.Kom



Ibu Afidah Indranurwati, M.Pd.


Ibu inarti, S.Pd DRB Papua 2018


Ibu Restyn Yusuf, S.Pd.Gr DRB Papua 2019



Ibu Erlin, M.Pd. DRB Papua 2020



Bapak Stenley Sengkey, S.Pd. DRB Papua 2020


 Adapun peserta yang dinyatakan lolos level 3 dan mengikuti level 4 sebanyak 30 orang peserta. Dari Kabupaten Jayawijaya ada sekitar 5 SRB (Sahabat Rumah Belajar) yaitu saya sendiri Aini Mubaroch (SMP YPK Betlehem Wamena), Samsul Muarif, S.Pd (SD At Thahiriyah Yapis Wamena). Marwati Sanusi, S.Pd. (SD At thahiriyah Yapis Wamena), Agusianti Simanjuntak, S.Pd.Gr (SMP YPPGI Anigou Wamena), Marden Saragih, S.Pd (SMA PGRI Wamena). 



Didalam Coching ini SRB memperkenalkan diri dan dari mana asal sekolah.Saya merasa sangat senang sekali dengan adanya coaching hari ini, karena dengan adanya coching 1 ini kami bisa saling mengenal dengan para SRB hebat yang ada di Papua. Pada waktu mengikuti coaching ini saya harus mencari spot yang bagus karena koneksi internet dirumah saya kurang mendukung.
Adapun pembelajaran daring yang akan dilalui oleh peserta level 4 ini adalah Coaching secara Daring, Kuliah Umum, mengerkana tugas di LMS. Kelas daring ini akan dilaksanakan dari tanggal 22 Oktober s/d 11 November 2021.




Semoga kami para SRB bisa mensosialisasikan Portal Rumah Belajar didaerah masing-masing, sehingga Portal Rumah Belajar akan lebih dikenal oleh siswa dan pendidik yang ada di Nusantara ini. Adapun Portal Rumah belajar bisa diakses melalui Link http://belajar.kemdikbud.go.id Demikian ringkasan pendek tentang coaching hari ini. Salam rumah belajar, belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa saja

Selasa, 26 Oktober 2021

LOKAKARYA PERDANA CGP KABUPATEN JAYAWIJAYA



Lokakarya sebenarnya apa sih pengertian lokakarya, mengutip dari mikipedia Lokakarya (English: Academic Workshop) adalah suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Istilah lokakarya baru pertama kali saya dengar ketika saya mendaftar menjadi guru penggerak.Dan ketika melihat didalam jadwal di guru penggerak ada sebanyak 9 kali lokakarya. Namun pada kesempatan ini penulis akan menceritakan mengenai lokarkarya perdana yang dilakukan oleh CGP Kabupaten Jayawijaya pada tanggal 08-09 Oktober 2021 bertempat di SMA N 1 Wamena. Adapun peserta Lokakarya Perdana Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 4 Kabupaten Jayawijaya yaitu : 1. Faisal SMA N 1 Wamena (Pengajar Praktik) 2. La Ode Lishalat SMP N 2 Assologaiman (Calon Guru Penggerak) 3. Aini Mubaroch SMP YPK Betlehem Wamena (Calon Guru Penggerak) 4. Desy Ari Setyaningroom SMA N 1 Wamena (Calon Guru Penggerak) 5. Kornelia aryorita Alomau SMA N 1 Wamena (Calon Guru Penggerak) 6. Miftahul Jana SMA N 1 Wamena (Calon Guru Penggerak) 

Berikut adalah Surat dan Undangan Lokakarya Perdana


 

Semoga dengan mengikuti Pendidikan Calon Guru Penggerak ini penulis dapat mengupragde ilmu dan kemampuan tentang pendidikan yang tentunya sesuai dengan perkembangan zaman. Salam Guru Penggerak Guru Bergerak Indonesia Maju

Berikut adalah dokumentasi pelaksanaan Lokakarya Perdana di SMA N 1 Wamena CGP Kabupaten Jayawijaya.